Senin, 10 Maret 2014
Situs Bangunan Kuno Di Kayangan Api


Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Click : Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Click : Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Namun ketika berada disana, sosok bangunan candi itu ternyata tak ada. Yang ada hanyalah beberapa batu bata yang berwarna merah dan berukuran cukup besar. Batu bata merah itulah yang merupakan bukti jejak bangunan bersejarah itu dari tinjauan penggalian dan eksavakasi oleh para ahli arkeologi pada tahun 2010.

Mengutip data dari sumber berita Antara, ekskavasi dilakukan sejak 13 hingga 19 Juli 2011 itu dengan membuka 30 galian seluas 40 x 35 meter. Ekskavasi dengan kedalaman 0,50 meter dilakukan untuk meneruskan lima galian di lokasi setempat. Tempat tersebut berisi tumpukan batu bata kuno yang ditemukan pada tahun 2010.



Saat itu tim belum bisa menentukan apakah tumpukan batu bata kuno ini merupakan bangunan rumah, candi, atau hanya tumpukan batu bata dari sebuah jalan.
Alasannya, selama ekskavasi belum ditemukan titik tengah atau patokan yang bisa menggambarkan tumpukan batu bata kuno tersebut.Tiap-tiap batu bata kuno yang ditemukan tersebut memiliki panjang 30 sentimeter dan lebar 15 sentimeter dengan ketebalan 5 sentimeter. Batu bata itu lebih lebar dibandingkan batu bata di era sekarang ini.

Di semua galian tersebut, selain ditemukan batu bata warna merah, juga ditemukan batu bata warna putih yang berasal dari batu gamping dan jumlahnya berkisar 10 persen dari keseluruhan.

Dalam penggalian itu, tim Arkeologi juga menemukan besi yang sudah berkarat dengan panjang 30 sentimeter yang mirip sebuah tombak.

Tim UI dalam ekskavasi itu terdiri lima dosen UI, yaitu, Dr Ali Akbar, Dr R Cecep Eka Permana, Dian Sulistyowati, Agi Ginanjar, dan Isman Pratama Nasution, dibantu 15 mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Studi Arkeologi UI.

Saat ini deretan batu bata kuno yang tampak berserakan itu berada di sebelah timur lokasi api abadi dan di bawah naungan pepohonan jati. Pada salah satu pohon jati itu terdapat petilasan Mpu Kriya Kusuma. Konon, Mpu Kriya Kusuma adalah seorang pembuat keris yang sakti dan mandraguna pada masa kerajaan Majapahit.

Batu bata itu berderet memanjang yang terpisahkan oleh seruas jalan berpaving di bagian tengahnya. Bisa jadi keberadaan jalan paving ini telah merusak kawasan situs candi itu karena pada saat pembangunannya dulu mungkin telah ditemukan dan diketahui tentang adanya batu-batu bata itu.

Bila Petilasan Mpu Kriyo Kusuma dilindungi dengan pagar besi, namun tidak demikian halnya dengan batu-batu bata itu yang dibiarkan terlantar begitu saja tanpa ada papan informasi yang menjelaskan bahwa batu-batu itu merupakan situs bersejarah.

Bagi pengunjung wisata ini yang belum tahu tentang sejarah keberadaan batu bata itu, mungkin mereka akan menganggapnya sebagai onggokan batu biasa saja yang tak bermakna. Tanpa adanya pagar pelindung, bisa jadi juga mereka akan melangkahkan kaki dengan leluasanya sambil menginjak batu-batu bata itu.
Instant Access To Get Freelancer Jobs
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter

====================
Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini :
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter
Peluang Mendapatkan Dollar Via Internet
Museum Santet Di Surabaya
Tips Memasang Iklan Di Blog
Share Status di Fb/Twitter Dapat Komisi

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca
di Link berikut ini :
www.blogger.comblogspot.com

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar